REPOSITORI BADAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Uji Coba dengan "Double Blind Placebo Controlled Trial" untuk Menentukan Imunogenisitas dan Efek Samping dari "Parenteral Vi Polysaccharide Typhoid Vaccine" pada Kelompok Anak dan Dewasa

Simanjuntak, Cyrus (1988) Uji Coba dengan "Double Blind Placebo Controlled Trial" untuk Menentukan Imunogenisitas dan Efek Samping dari "Parenteral Vi Polysaccharide Typhoid Vaccine" pada Kelompok Anak dan Dewasa. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit.

Full text not available from this repository.

Abstract

Demam tyfoid merupakan masalah kesehatan di Indonesaia, karena penderita yang dirawat dapat menimbulkan komp yang berbahaya, berupa pendarahan dan perforasi usus yang sering beriakhir dengan kematian. Suatu vaksin parenteral telah berhasil ditemukan dengan cara memurnikan antigen Vi dari selaput kuman Salmonella typhi, yang disebut Vi capsular polysaccaride (Vi-CPS) vaccine. Vaksin ini dalam uji-coba di masyarakat di Nepal, telah diketahui tidak mempunyai gejala samping yang berarti dan memberikan dya lindung yang cukup besar (70-72%) pada kelompok umur 4-5 tahun. Hingga saat ini belum ada uji-coba di masyarakat yang telah dilakukan terhadap kelompok umur dibawah 5 tahun. Penelitian ini ingin mempelajari immunigenesitas dan gejala samping dari vaksin ini pada kelompok umur 1-10 tahun dan orang dewasa, dari vaksin Vi-CPS secara acak tersamar ganda dengan kontrol plasebo. Yang dipakai sebagai plasebo ialah vaksin Pneumokokkus polisaccharide yang telah mendapat lisensi. Vaksin diberikan hanya 1 dosis dengan jalan suntikan intramuskuler. Dalam tiga hari berturut-turut diperiksa adanya gejala samping yang timbul berupa: sakit kepala, rasa demam, sakit ditempat suntuikan, adanya penurunan kegiatan fisik, penurunan fungsi dari lengan/bagian badan yang disuntik, timbilnya eritema ditempat suntikan, nyeri tekan ditempat suntikan, penaikan suhu di tempat suntikan dan timbulnya urtikaria. Selain itu untuk melihat immunogenisitas diambil darah vena pada hari-0, hari-28 dan hari-56 setelah suntikan. Sebanyak 261 anak 1-10 tahun dan 32 orang dewasa telah berhasil divaksinasi, dan diacak tentang timbulnya gejala samping. Ternyata semua gejala samping yang dinilai selalu lebih tinggi pada kelompok yang mendapat vaksin Pneumokokkus dibandingkan dengan vaksin Vi-CPS. hal yang menarik ialah adanya tendensi bahwa makinlebih besar umur anaknya, makin lebih tinggi pula prosentase timbulnya gejala samping yang dinilai. Timbulnya daya immunogenitas vaksin Vi-CPS belum dapat dilaporkan karena menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang sedang dilakukan.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: SALMONELLA TYPHI; typhoid vaccine; Vi capsular polysaccaride (Vi-CPS) vaccine; Abstrak Penelitian Kesehatan
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QW Microbiology. Immunology > QW 501-949 Immunology
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan > Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:26
Last Modified: 16 Nov 2017 02:59
URI: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/47

Actions (login required)

View Item View Item