Pencarian Koleksi Repositori Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

Laporan Pengaruh Defisiensi Selenium Terhadap Penyerapan Iodium Pada Penderita Gondok Di Daerah Kabupaten Magelang

Iljas, Jasmaini (1999) Laporan Pengaruh Defisiensi Selenium Terhadap Penyerapan Iodium Pada Penderita Gondok Di Daerah Kabupaten Magelang. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Jakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Laporan Pengaruh Defisiensi Selenium Terhadap Penyerapan Iodium Pada Penderita Gondok Di Daerah Kabupaten Magelang.pdf] Text
Laporan Pengaruh Defisiensi Selenium Terhadap Penyerapan Iodium Pada Penderita Gondok Di Daerah Kabupaten Magelang.pdf
Restricted to Registered users only

Download (16MB) | Request a copy

Abstract

Pengaruh defisiensi selenium terhadap reaksi biologis tubuh sudah banyak dilaporkan antara lain
gangguan pada: 1. Fungsi hormon tiroid, 2. Immunitas, 3. Kelenjar prostat, 4. pangkreas, 5.
Kardiomiopati, 6. Kardiovaskuler, 7. Immunitas partikuler seluler, 8. pembentukan sperma, 9.
timbulnya platelet agregasi, 10, timbulnya kanker di beberapa bagian tubuh. Oleh karen itu selenium
adalah elemen runut (trace elemen ) yang esensia1 dengan nilai RDA 200 ppm.
Selenium merupakan prekursor pembentukan enzim iodotironin 5' deiodinase ( ID ), bila terjadi
defisiensi selenium menyebabkan terhambatnya pembentukan ID-tipe I,II, dan III. Kelenjar tiroid gagal berfungsi hila proses deiodinasi dari T 4 menjadi T 3 tidak berjalan normal akibat kekurangan ID. Pad a jaringan a tau peri fer defisiensi selenium menyebabkan produksi T3 terganggu, akibatnya proses deiodinasi yang dikatalisis oleh enzim ID-tipe I akan terhambat, sehingga menimbulkan gejala hypothyroidsm. Jadi iodotironin- 5' deiodinase yang juga adalah selenoenzim bertanggung jawab terhadap clearence T3 dalam darah , yang dapat menghambat perubahan T4 menjadi T3. Defisiensi selenium ini juga mempengaruhi gambaran klinis tubuh menjadi defisiensi iodium.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita gondok mengalami defisiensi selenium. Kandungan selenium dalam darah anak sekolah di 4 kecamatan di daerah gondok endemik di Kabupaten Magelang rata-rata sebesar 8,4 ± 0,5 ppm. Sejalan dengan ini ekskresi iodium ke dalam urin 24 jam
pada subyek yang sama rata-rata sebesar 148, 2 ± 8,9 ppm. Jumlah iodium yang dapat diserap oleh tubuh penderita gondok rata-rata 2,2 %
Sesuai dengan hasil penelitian ini disarankan agar penelitian defisiensi selenium ini dilanjutkan, yaitu
yang perlu ditindaklanjuti adalah dampak defisiensi selenium terhadap faal yang lain seperti di Kecamatan Sawangan dan Salaman. Disamping itu juga perlu dibuatkan data dasar ( base line ) untuk penderita gondok, untuk dapat menentukan kebijaksanaan baru dalam upaya penanggulangan GAKI agar dapat memberikan hasil yang diharapkan.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Iodium. Penderita Gondok
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QV Pharmacology > QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan > Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi
Depositing User: K A
Date Deposited: 23 Jan 2026 02:38
Last Modified: 23 Jan 2026 02:38
URI: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4145

Actions (login required)

View Item
View Item