Sukasediati, Nani and Gitawati, Retno and Sulistijowati, Asri and Yuning Prapti, Indah and ER, Endang and Aditama, Tjandra Yoga and Utji, Robert (1998) Laporan Penelitian Terapi OAT II Pada Penderita TB terinfeksi Mycobacterium tuberculosis yang resisten dalam Program Pemeberantasan Tuberkulosa Paru. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Jakarta. (Unpublished)
Laporan Pemantapan Efektifitas Terapi OAT II pada Penderita TB terinfeksi Mycobacterium Tuberculosis yang Resisten dalam Program Pemberantasan Tuberkulosa Paru.pdf
Restricted to Registered users only
Download (19MB) | Request a copy
Abstract
Telah dilakukan studi eksploratif prospektif, untuk mengungkapkan pola sensitifitas/resistensi Mycobacterium tuberculosis (M.tb) dan keefektifan Obat Anti
Tuberkulosis (OAT) yang tersedia pada penderita TB-paru. Studi dilakukan dengan mengikuti penderita TB-paru sejak awal sampai dengan akhir terapi dan disertai
penegasan status resistensi pada wal terapi, di 10 puskesmas DKI.· Sebagai subyek dalam penelitian ini adalah penderita TB-paru yang datang ke
puskesmas (temuan kasus pasif) yang memenuhi kriteria studi. Kasus TB-paru tersebut dibedakan atas kasus baru (belum pemah makan OAT) serta kasus gagal/kambuh (pernah makan OAT > 1 bulan). Pada kasus gagal dan kambuh, diberikan paket OAT kategori II. Uji sensitifitas/resistensi M.tb terhadap kedua kelompok kasus dilakukan pada pra-terapi, selama terapi, dan dikaitkan dengan outcome (luaran) sesudah terapi. Dari Maret sampai dengan Desember 1997, tercakup diperoleh 330 penderita Tb-paru. Dari jumlah tersebut,
226 memenuhi kriteria sebagai subyek penelitian, lebih dari 50% berusia antara 26-55 tahun, p~sitivity rate di 10 puskesmas sebesar 16,8%
Hasil eksplorasi pada 1O puskesmas DKI diungkapkan bahwa kejadian resistensi sebesar 19,9%, resistensi primer sebesar 15,2% dan kasus resistensi sekunder sebesar 4,7%. Sedangkan resistensi tunggal sebesar 12,6%, dan resisten terhadap lebih dari 1 OAT sebesar 7,3%, Angka resisten terhadap INH sebesar 7,8% sebagai resistensi tunggal, Angka ini menjadi 14, 1 % jika dihitung terhasJap resisten yang lebih dari 1 OAT. Dari keseluruhan subyek, sejumlah 134 (59,3%) mengalami konversi setelah tahap pengobatan intensif, 160 (70,8%) subyek yang dinyatakan selesai pengobatan dan 54
(23,9%) drop out. Subyek yang resisten sebanyak 38 kasus, sejumlah 18 (47,4%) mengalami konversi setelah tahap pengobatan intensif dan 24 subyek (63,2) menyelesaikan pengobatan. Dari studi ini juga diperoleh informasi tambahan adanya ketidaksepakatan kinerja pengujian BTA di laboratorium puskesmas dengan laboratorium rujukan (RS Persahabatan). Dengan uji Chi square keefektifan OAT tidak berbeda bermakna secara statistik pada kelompok subyek yang masih sensitif dan resisten terhadap OAT.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Terapi II, Penderita TB, Mycobacterium tuberculosisi |
| Subjects: | W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WC Communicable Diseases > WC 500-590 Virus Diseases |
| Divisions: | Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan > Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi |
| Depositing User: | K A |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 02:39 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 02:39 |
| URI: | https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4144 |
