Kurniawan, Liliana['lib/metafield:join_name' not defined]Sri Utami, Basundari['lib/metafield:join_name' not defined]Harun, Syahrial['lib/metafield:join_name' not defined]Prapti, Indah Yuning (1986) PROSPEKTIF PENYAKIT PADA TRANSMIGRAN. ['eprint_fieldopt_monograph_type_project_report' not defined]. Puslit Penyakit Menular.
['page:nofulltext' not defined] (['request:button' not defined])['eprint_fieldname_abstract' not defined]
Filariasis malayi menunjukkan berbagai manifestasi kliniko parasitologik. Reaksi imunologik diperkirakan berpesan terhadap terjadinya berbagai bentuk manifestasi tersebut. Penelitian aspek imunologi, menunjukkan kekurangmampuan penderita mengadakan reaksi imunologik seluler maupun humoral spesifik, yang terlihat paling jelas pada penderita mikrofilaremik. Dalam penelitian ini dilakukan pemeriksaan klinik, parasitologik dan imunologik pada transmigran yang menempati daerah endemik filariasis dan berasal dari daerah non endemik. Daerah yang diteliti adalah daerah transmigrasi di Jambi dan Buton. Evaluasi dilakukan tiap 12 bulan untuk gejala klinikoperasitologik dan untuk tes imunologik. Dari data yang dihasilkan diharapkan dapat ditunjukkan hubungan antara status imunitas dengan gejala filariasis dalam perjalanan penyakit filariasis. Selain itu diharapkan diketahui faktor imunologik yang berperan atas terjadinya gejala klinikoperasitologik dan kekebalan. Tes imunologik yang dilakukan meliputi tes transpormasi limfosit, pemeriksaan antibodi spesifik kelas IgM dan IgG dengan ELISA dan imunotransblot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 orang transmigran di Jangga Baru dengan gejala klinis filariasis, akan tetapi belum ada yang menunjukkan adanya mikrofilaria dalam darahnya. Tidak terlihat perbedaan pada reaksi seluler baik yang spesifik maupun non-spesifik pada transmigran di Jangga Baru pada masa tinggal 21 bulan dan 32 bulan. Sedang reaksi humoral untuk IgM pada masa tinggal 32 bulan lebih rendah daripada masa tinggal 21 bulan. Ada kecenderungan bahwa transmigran yang amikrofilaremik mempunyai antibodi terhadap protein mikrofilaria dengan berat molekul 75, 70 dan 25 kilo dalton.
| ['eprint_fieldname_type' not defined]: | ['eprint_typename_monograph' not defined] (['eprint_fieldopt_monograph_type_project_report' not defined]) |
|---|---|
| ['eprint_fieldname_keywords' not defined]: | Filariasis Limfatik, Transmigran |
| ['eprint_fieldname_subjects' not defined]: | W Medicine and related subjects (NLM Classification)['lib/metafield:join_subject_parts' not defined]WC Communicable Diseases['lib/metafield:join_subject_parts' not defined]WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases |
| ['eprint_fieldname_divisions' not defined]: | Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan['lib/metafield:join_subject_parts' not defined]Pusat Penelitian dan Pengembangan Penyakit Menular |
| ['eprint_fieldname_userid' not defined]: | Administrator Eprints |
| ['eprint_fieldname_datestamp' not defined]: | 02 ['lib/utils:month_short_10' not defined] 2017 05:31 |
| ['eprint_fieldname_lastmod' not defined]: | 25 ['lib/utils:month_short_10' not defined] 2017 07:52 |
| URI: | https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/2603 |
![['Plugin/Screen/EPrint/View:title' not defined]['Plugin/Screen:render_action_img_suffix' not defined] ['Plugin/Screen/EPrint/View:title' not defined]](/style/images/action_view.png)