Pencarian Koleksi Repositori Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

Pengamatan Enterovirus dalam Rangka Program Bebas Polio di Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat

Purnamawati, Shinta (2002) Pengamatan Enterovirus dalam Rangka Program Bebas Polio di Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. ['eprint_fieldopt_monograph_type_project_report' not defined]. Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD.

['page:nofulltext' not defined] (['request:button' not defined])

['eprint_fieldname_abstract' not defined]

Telah dilakukan suatu survei enterovirus di daerah tersangka KLB polio di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status polio pada anak balita dan transmisi enterovirus lainnya di daerah tersebut. Sebanyak 91 anak telah diamati dan sebanyak 59 serum dan 65 tinja balita telah diperiksa. Pemeriksaan antibodi polio dilakukan uji netralisasi terhadap antigen polio (Tipe Sabin) pada sel HEp-2, sedang isolasi dan identifikasi enterovirus dilakukn terhadap antisera ECHO, Coxsackie dan polio pada sel HEp-2 dan sel RD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada cakupan imunisasi 95,5% (data puskesmas) atau 72,5% (hasil survei ini) masih ditemukan 10,9% anak yang tidak memiliki antibodi polio. Pada kelompok umur 3-11 bulan dengan cakupan imunisasi 50,0% hanya ditemukan 8,3% anak yang memiliki antibodi polio-1. Tidak satupun anak yang memiliki antibodi dobel tipe. Persentase antibodi polio tripel akan meningkat dengan makin bertambahnya umur anak, setelah umur 36 bulan tidak ditemukan lagi anak-nak yang seronegatif pilio. Hasil isolasi virus menunjukan bahwa 24/65 (36,9%) positif; 12/65 (18,5%) adlah enterovirus, antara lain : virus ECHO-13, ECHO-7 dan ECHO-9 (13,8%) lebih dominan dibanding virus Coxsackie B (4,6%).

['eprint_fieldname_type' not defined]: ['eprint_typename_monograph' not defined] (['eprint_fieldopt_monograph_type_project_report' not defined])
['eprint_fieldname_keywords' not defined]: imunisasi polio; enterovirus polio; Abstrak Penelitian Kesehatan
['eprint_fieldname_subjects' not defined]: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification)['lib/metafield:join_subject_parts' not defined]QW Microbiology. Immunology['lib/metafield:join_subject_parts' not defined]QW 1-300 Microbiology
['eprint_fieldname_divisions' not defined]: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan['lib/metafield:join_subject_parts' not defined]Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD
['eprint_fieldname_userid' not defined]: Administrator Eprints
['eprint_fieldname_datestamp' not defined]: 02 ['lib/utils:month_short_10' not defined] 2017 05:29
['eprint_fieldname_lastmod' not defined]: 09 ['lib/utils:month_short_11' not defined] 2017 07:25
URI: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/1523
['summary_page:actions' not defined]
['Plugin/Screen/EPrint/View:title' not defined]
['Plugin/Screen/EPrint/View:title' not defined]