REPOSITORI BADAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Resiko Kebiasaan Minum Kopi pada Kasus Toleransi Glukosa Terganggu terhadap Terjadinya Diabetes Mellitus Tipe 2

Rahajeng, Ekowati (2004) Resiko Kebiasaan Minum Kopi pada Kasus Toleransi Glukosa Terganggu terhadap Terjadinya Diabetes Mellitus Tipe 2. UNSPECIFIED thesis, Pusat Penelitian dan Pengembangan Bio Medis dan Farmasi.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pendahuluan : Penyakit diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Faktor yang berkaitan dengan sekresi dan kerja insulin antara lain minum kopi. Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) merupakan suatu prakondisi kejadian DM. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh kebiasan minum kopi pada kasus TGT terhadap terjadinya DM tipe 2 dan gambaran laju insidensi DM tipe 2 pada kasus TGT serta kesintalannya. Metode: Penelitian merupakan Studi Kohort Prospektif selama 2 tahun 4 bulan terhadap 289 kasus TGT. Konsumsi kopi dinilai dari jumlah kandungan kafein sesuai frekuensi minum, jumlah bubuk dan merk minuman kopi. Kandungan kafein diperiksa dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Diagnosis DM tipe 2 ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksan klinis dan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa yaitu ≥126 mg/dL dan/atau hasil pemeriksaan glukosa darah 2 jam sesudah pembebanan glukosa, yaitu ≥ 200 mg/dL. Analisa statistik menggunakan perangkat lunak Stata versi 8.0. Penilaian laju insidensi dengan analisis survival. Penilaian faktor risiko DM tipe 2, TGT dan TGN dengan analisis multivariat Cox Proportional Hazard Regression dan Multinomial Logistic Regression. Telitian: Temuan penting penelitian ini : (1) Laju insidensi DM tipe 2 adalah 9,3 per 100 kasus TGT per tahun; (2) konsumsi kopi dengan kafein 240-359,9 mg per hari hari mempunyai rasio hazard (HR) 2,31 dan kafein ≥ 360 me per hari mempunyai HR 2,92; (3) faktor lain yang berisiko adalah konsumsi lemak ≥ 40 gram per hari dengan HR 1,99, obesitas (IMT ≥ 25) HR 2,24, obesitas abdominal (RPPL: ≥0,95; W: ≥0,85) HR 2,44, lama minum kopi (≥ 10 tahun) HR 1,97, hiperglikemia (≥ 200 mg/dL) HR 2,74 dan FFA tinggi (≥ 0,93 mM) HR 1,88; (4) mencampur minuman kopi dengan susu atau krim ditemukan mencegah DM tipe 2 dengan HR 0,28, aktivitas fisik (indeks 120 menit/hari) mencegah dengan HR 0,56 dan konsumsi serat ≥ gram per hari mencegah dengan HR 0,38; (5) kafein 240-359,9 mg mempunyai risiko relatif (RR) tetap mengalami TGT 2,95, kafein ≥ 360 mg mempunyai RR 3,28, (6) faktor lain yang berisiko tetap TGT adalah konsumsi lemak dengan rasio RR 2,51, obesitas abdominal 2,47 dan hipertrigliserida 2,97; (7) aktivitas fisik ditemukan mencegah tetap TGT dengan Rr 0,29; (8) konsumsi serat tinggi mencegah tetap TGT dengan RR 0,40;(8) telitian menghasilkan tiga model prediksi DM tipe 2 dengan sistem skor, tiga model untuk memprediksi kejadian tetap TGt dan tiga model untuk memprediksi kejadian TGN, dengan probabilitas area ROC model prediksi antara 83,59%-94,73%. Simpulan: Laju insidensi DM tipe 2 ditemukan meningkat setiap tahunnya. Jumlah kafein yang terkandung pada minuman kopi secara linier meningkatkan FFA, resistensi insulin, glukosa puasa dan glukosa 2 jam setelah beban glukosa, serta kejadian diabetes. Konsumsi kopi pada kasus TGT mempunyai hubungan respon dosis dan respon waktu terhadap kejadian DM tipe 2 dan tetap TGT. Sebaliknya terhadap kejadian TGN, respon tersebut berbanding terbalik, campuran susu atau krim pada minuman kopi, ditemukan mencegah DM tipe 2, di antara peminum kopi. Model prediksi dengan sistem skor yang telah dihasilkan dari telitian, cukup prediktif, praktis dan fleksibel untuk meprediksi risiko DM tipe 2, tetap TGT dan TGN. Jika besarnta risiko DM Tipe 2 dan tetap TGT diketahui lebih dini, tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan efektif dan memberikan hasil penanggulangan lebih baik.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Uncontrolled Keywords: DIABETES MELLITUS; COFFEE; GLUCOSE; toleransi glukosa terganggu; diabetes mellitus; kopi
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QU Biochemistry. Cell Biology and Genetics > QU 100-133 Biochemistry of the Human Body
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan > Pusat Penelitian dan Pengembangan Bio Medis dan Farmasi
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:26
Last Modified: 13 Nov 2017 06:52
URI: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/271

Actions (login required)

View Item View Item