REPOSITORI BADAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Sikap dan Perilaku Bidan terhadap Pelayanan Metoda Kontrasepsi

Soemartono, Soemartono (2001) Sikap dan Perilaku Bidan terhadap Pelayanan Metoda Kontrasepsi. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dalam pelaksanaan program KB peran bidan besar sekali untuk menentukan keberhasilannya. Namun ada rumor yang menyatakan bahwa sikap dan perilaku bidan khususnya yang ada di lapangan menunjukkan bahwa mereka ada kecenderungan untuk memberikan pelayanan metoda kontrasepsi non jangka panjang seperti oral pil dan suntikan. Permasalahannya adalah apakah benar sikap dan perilaku bidan dalam memberikan pelayanan kontrasepsi cenderung kearah metoda kontrasepsi jangka pendek. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang sikap dan perilaku bidan terhadap pemberian pelayanan metoda kontrasepsi. Dari penelitian ini didapat hasil bahwa ternyata terdapat kesenjangan antara sikap dan perilaku bidan terhadap metoda kontrasepsi. Tingginya proporsi bidan yang menganggap MKEJ, khususnya IUD, sebagai kontrasepsi yang paling baik, tidak diikuti dengan proporsi yang seimbang dari mereka yang menawarkan dan melayani metoda tersebut. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya keseimbangan tersebut antara lain adalah pengalaman pelatihan dan alasan-alasan yang berkaitan dengan pelayanan, seperti kepraktisan dan kemudahan, ketersediaan dan biaya yang terjangkau oleh klien. Terlihat pula bahwa latar belakang menentukan pola sikap dan perilaku bidan terhadap metoda kontrasepsi. Analisis kecenderungan menunjukkan bahwa bidan yang bekerja di non-polindes (Puskesmas, Pustu dan rumah sakit), pernah dilatih, bekerja lebih lama, dan berumur lebih tua, cenderung lebih sering menawarkan MKEJ (khususnya IUD). Namun pada prakteknya mereka cenderung lebih sering memberikan pelayanan suntikan dibandingkan dengan bidan yang bekerja di Polindes dan masih yunior. Tempat bekerja (Polindes dan non-polindes) juga secara statistik sangat nyata mempengaruhi pemilihan metoda kontrasepsi yang ditawarkan. Pada dasarnya mereka setuju dan bersedia membantu bila IUD dan Kontap digalakkan kembali. Di antara mereka yang tidak setuju mengemukakan alasan karena pertimbangan agama. Para responden yang pernah mengikuti pelatihan pada umumnya mengakui bahwa pelatihan bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan keterampilan mereka. Namun mereka yang menyatakan bahwa pelatihan hanya sedikit menambah atau bahkan tidak menambah pengetahuan sama sekali, juga cukup banyak. Hal ini kemungkinan ada kaitannya dengan penyelenggaraan pelatihan yang kurang mengikuti acuan standar.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Perilaku Bidan; kontrasepsi jangka pendek; Abstrak Penelitian Kesehatan
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WQ Obstetrics > WQ 152-175 Childbirth. Prenatal Care
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan > Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:30
Last Modified: 09 Nov 2017 13:11
URI: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/1822

Actions (login required)

View Item View Item