REPOSITORI BADAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Dampak Fortifikasi Mie Instan dengan Vitamin A dan Zat Besi terhadap Status Vitamin A dan Status Besi Anak Balita

Sukati,, Sukati (1995) Dampak Fortifikasi Mie Instan dengan Vitamin A dan Zat Besi terhadap Status Vitamin A dan Status Besi Anak Balita. Project Report. Center for Research and Development of Nutrition and Food, NIHRD.

Full text not available from this repository.

Abstract

Telah dilakukan penelitian "Dampak fortifikasi mie instan dengan vitamin A dan zat besi terhadap status vitamin A anak balita dan ibu hamil". Penelitian dilakukan di 5 desa wilayah Puskesmas Cijedil Kecamatan Cugenang dan 5 desa di wilayah kerja Puskesmas Kademangan Kecamatan Mande di Kabupaten Cianjur. Rancangan penelitian adalah "Kuasi Experimental". Subyek penelitian adalah anak balita berumur 1-5 tahun. Jumlah sample adalah 199 anak balita. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Kelompok perlakuan mendapat mie instan yang telah difortifikasi dengan vitamin A sebesar 2500 IU dan zat besi 10 mg per 100 g. Sedangkan kelompok pembanding mendapatkan mie instan yang biasa dipasarkan mengandung vitamin A sebesar 1500 IU dan zat besi 3mg/100 gr. Pemberian mie instan berlangsung selama 14 minggu. Distribusi mie instan diselenggarakan di pos-pos pemasakan atau posyandu dan dimakan di tempat. Hasil penelitian menunjukkan rataan berat mie yang dapat dihabiskan anak balita sebesar 30 gr, memberi sumbangan vitamin A sebesar 750 IU dan zat besi 3.0 mg pada kelompok perlakuan. Sedangkan pada kelompok pembanding memberikan sumbangan vitamin A sebesar 450 IU dan zat besi sebesar 0.9 mg. Setelah intervensi berlangsung selama 14 minggu terjadi kenaikan vitamin A serum anak balita kelompok perlakuan dan pembanding, masing-masing sebesar 3.3 plus minus 0.435 ug/dl dan 1.0 plus minus 0.369 ug/dl, ada perbedaan nyata kenaikan kadar vitamin A pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok pembanding (p lebih kecil 0.05). Terjadi penurunan jumlah anak balita dengan status vitamin A rendah dan kurang (ug/dl) pada kelompok perlakuan dari 44.9 persen (sebelum intervensi) menjadi 22.1 persen (sesudah intervensi). Sedangkan pada kelompok pembanding dari 43.1 persen menjadi 34.8 persen, perbedaan penurunan antara kelompok perlakuan dan pembanding tidak nyata (p lebih besar 0.05). Rataan kadar Hb anak balita kelompok perlakuan mengalami kenaikan secara nyata (p lebih kecil 0.05) sebesar 0.31 g/dl (dari 11.3 plus minus 1.05 g/dl menjadi 11.6 plus minus 0.95 g/dl). Sedangkan pada kelompok pembanding terjadi sedikit penurunan rataan nilai Hb sebesar 0.10 g/dl. Kenaikan kadar Hb kelompok perlakuan dan pembanding terdapat perbedaan yang nyata (p lebih kecil 0.05). Prevalensi anemia gizi anak balita pada kelompok perlakuan turun sebesar 10.9 persen, dan pada kelompok pembanding terjadi kenaikan sebesar 1.0 persen. Namun demikian kenaikan dan penurunan tersebut tidak berbeda nyata. Terjadi kenaikan kadar feritin serum anak balita kelompok perlakuan dan pembanding, masing-masing sebesar 1.8 ug/l dan 0.2 ug/l. Secara statistik perbedaan tersebut tidak nyata (P lebih besar 0.05). Fortifikasi vitamin A dan zat besi pada mie instan dengan dosis 2500 IU dan 10 mg untuk anak balita mempunyai dampak positif terhadap kenaikan kadar Hb dan kadar vitamin A anak balita. Sedangkan terhadap prevalensi anemia dan cadangan zat besi belum tampak jelas.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: balita; mie instan
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WD Disorders of Systemic, Metabolic or Environmental Origin, etc. > WD 100-175 Nutrition Disorders
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan > Center for Research and Development of Nutrition and Food, NIHRD
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:30
Last Modified: 07 Nov 2017 05:50
URI: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/1711

Actions (login required)

View Item View Item