REPOSITORI BADAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Penelitian Infeksi Hantavirus di Beberapa Pelabuhan Laut di Indonesia (Lanjutan Tahap II: Survei Serologis Infeksi Hantavirus pada Manusia dan Hewan Reservoir)

Ibrahim, Ima Nurisa (2002) Penelitian Infeksi Hantavirus di Beberapa Pelabuhan Laut di Indonesia (Lanjutan Tahap II: Survei Serologis Infeksi Hantavirus pada Manusia dan Hewan Reservoir). Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan, Jakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

Demam berdarah dengan sindrom renal (haemorrhagic fever with renal syndrome = HFRS) yang disebabkan oleh beberapa spesies virus dari genus Hantavirus, famili Bunyaviridae adalah salah satu emerging diseases yang penting dengan "angka kematian" menurut WHO berkisar antara 5%-15%. Genus hantavirus yang menyebabkan penyakit pada manusia diketahui terdiri dari spesies virus Hantaan (HTNV), virus Seoul (SEOV), virus Dobrava (DOBV), virus Puumala (PUUV) dan virus sin-nombre (SNV). Berbeda dengan empat (4) spesies virus yaug disebut pertama, spesies yang terakhir menyebabkan penyakit dengan sindrom paru-paru yang disebut hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang pada tahun 1993 mulai dikenal dan mewabah di Amerika Serikat. Beberapa laporan dari beberapa daerah kota pelabuhan laut maupun daerah pedalaman di Indonesia menunjukkan prevalensi antibodi terhadap infeksi hantavirus pada manusia sehat berkisar antara 1,1%-28,9% sedangkan pada hewan rodensia (tikus dan mencit) dan insektivora (cecurut) dilaporkan dari enam pelabuhan laut di Indonesia dengan prevalensi antibodi 0,l%-100%. Mengingat dalam era pasar bebas sejak tahun 2003, peningkatan pembangunan di segala bidang akan meningkatkan pula arus keluar-masuknya wisatawan domestik maupun mancanegara maupun frekuensi perjalanan masyarakat/penduduk antar kota, pulau dan propinsi meIaIui pelabuhan darat, laut dan udara maka diperlukan antisipasi sedini mungkin akan kemungkinan mewabahnya penyakit tersebut. Penelitian epidemiologis komprehensif, menyeluruh dan mendalam tentang demam berdarah dengan sindrom renal (haemorrhagic fever with renal syndrome = HFRS) dilakukan dalam tiga tahapan. Pada penelitian tahap I telah diketahui bahwa secara umum sanitasi lingkungan kawasan buffer maupun perimeter pelabuhan laut Sekupang serta Batu Ampar di Pulau Batam dan Makassar, Pulau Sulawesi terutama di daerah buffer pelabuhan sangat buruk. Infestasi hewan liar penular/reservoir penyakit masih sangat tinggi dengan keberhasilan penangkapan antara 5,7%-20,3%. Pendidikan pekerja maupun masyarakat di sekitar pelabuhan umumnya rendah dan pengetahuan, sikap serta perilaku sehubungan dengan penyakit, penularan dan pencegahannya masih sangat kurang dari memadai. Pada penelitian tahap II, telah dilakukan survei serologis antibodi pada hewan rodensia, insektivora, pekerja pelabuhan dan penduduk di sekitarnya. Teknik pemeriksaan yang dilakukan adalahIFA, ELISA, RT-PCR, Immunoblotting, sekuensing dan analisa filogenetik. Diketahui prevalensi infeksi pada hewan (2,3%-28,6%) dan manusia (6,3%-8,4%). Dari spesimen paru-paru Rattus norvegicus asal Jakarta yang antibodi dan antigen positif telah berhasil diisolasi RNA dari virus dan diidentifikasi spesiesnya yang ternyata merupakan hantavirus strain baru dari spesies Seoul virus (SEOV) yang secara filogenetik berdekatan dengan SEOV strain B1 yang berasal dari Jepang. Hasil ini akan dipublikasikan sebagai penemuan pertama SEOV strain Indonesia yang berasal dari tikus got R. norvegicus. Penelitian lebih lanjut untuk penentuan spesies dan strain lainnya dari virus yang menginfeksi hewan maupun manusia di Indonesia perlu dilakukan. Tujuan akhir penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh epidemiologi penyakit infeksi hantavirus di Indonesia dan pada akhirnya akan dapat dicari model upaya penanggulangan masalah yang tepat. Penelitian dilakukan bekerja sama dengan Departemen Viro!ogi, US-NAMRU-2-Jakarta dan Bagian Hantavirus, Institut Hartmann, Universitas Helsinki, Finlandia. Pada penelitian tahap III yang akan diusulkan untuk tahun anggaran 2004 akan dilakukan Pencarian kasus klinis di Rumah Sakit (RS) di Jakarta, Pulau Batam dan Makassar (masing-masing satu (1) atau dua (2) RS dengan sejumlah tiga puluh (30) pasien dari setiap RS). Peserta penelitian ini adalah pasien anak-anak berumur di atas 4 tahun dan orang dewasa laki-laki atau perempuan, termasuk perempuan hamil. Semua pasien peserta penelitian harus dengan gejala/sindrom klinis yang memenuhi kriteria minimun infeksi hantavirus (HFRS). Gejala/sindrom klinis HFRS adalah demam gangguan pernafasan atas ringan, berbagai manifestasi perdarahan, dan insufisiensi renal (hematuria, proteinuria. oligoria atau serum creatinin di atas normal). Pasien tanpa gejala insufiensi renal tetapi telah dikonfirmasi negatif infeksi Dengue, chikungunya, hepatitis A, B dan C dapat diikutsertakan. Pasien yang sedang menjalani hemodialis tanpa diketahui sebab infeksinya bisa diikutsertakan. Pengambilan serum darah pasien akan dilakukan pada tahap akut, konvalesen dan dua bulan setelah sakit. Pemeriksaan serologis (IgM dan IgG) dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi baru atau lama. Identifikasi spesies dan strain hantavirus yang menginfeksi akan dilakukan pada serum yang antigenik dan pendekatan genetik positif. Teknik pemeriksaan yang diperlukan adalah IFA atau ELISA, RT -PCR, Immunoblotting, sekuensing dan analisa filogenetik.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: demam berdarah; sindrom renal; infeksi hantavirus
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QW Microbiology. Immunology > QW 1-300 Microbiology
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan > Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:30
Last Modified: 07 Sep 2018 08:30
URI: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/1656

Actions (login required)

View Item View Item