REPOSITORI BADAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Risiko Pencemaran Bakteriologik Air Sumur Gali di Daerah Pedesaan Kabupaten Rembang

Irianti, Sri and Lubis, Agustina and Nainggolan, Riris and Supraptini, Supraptini (2002) Risiko Pencemaran Bakteriologik Air Sumur Gali di Daerah Pedesaan Kabupaten Rembang. Jurnal Ekologi Kesehatan, 1 (2). ISSN 1412-4025

[thumbnail of 1313-1252-1-PB.pdf]
Preview
Text
1313-1252-1-PB.pdf - Published Version

Download (405kB) | Preview

Abstract

Air tanah masih merupakan sumber utama air bersih di daerah pedesaan Indonesia. Sarana yang paling banyak menggunakan air tanah dangkal adalah sumur gali (SGL). Namun demikian, kualitas bakteriologik air dari SGL masih relatif rendah karena berbagai faktor yang mempengaruhinya yaitu antara lain jenis tanah, musim, jarak dan letak jamban terhadap sarana air, konstruksi sarana, dan perilaku pemakai sarana. Beberapa faktor tersebut telah digunakan sebagai instrumen penilaian dalam inspeksi sanitasi dalam kegiatan surveilans kualitas air bersih. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Rembang pada bulan Agustus dan November 1999 untuk menguji pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kualitas bakterilogik air yang diukur dari konsentrasi koli tinja. Cara penelitian adalah dengan pemeriksaan bakteriologik sampel air, wawancara terhadap pemilik/pemakai air, inspeksi sanitasi, dan pemeriksaan ukuran partikel contoh tanah dari SGL. Jumlah sampel ditentukan secara acak bertingkat sebanyak 261 SGL yang berasal dari 2 desa. Pengambilan sampel air dan inspeksi sanitasi terhadap 261 SGL dilakukan sebanyak 2 kali sesuai musim, sedangkan pemeriksaan sampel tanah hanya dilakukan terhadap 30 SGL. Penentuan bobot risiko berdasarkan analisis regresi logistik dan odds ratio dengan tingkat kepercayaan 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada musim kemarau ada 3 variabel yang bermakna untuk SGL yaitu dinding sumur, genangan air dalam jarak 2 meter di sekitar sumur, dan letak sumur terhadap rumah. Pada musim hujan, variabel yang bermakna hanya ada 1 variabel yaitu lokasi sumur terhadap rumah. Jenis tanah sekitar SGL berdasarkan hasil pemeriksaan ukuran partikel tidak bermakna karena relatif homogen. Penelitian ini merekomendasikan penelitian lebih lanjut dengan memperbanyak jumlah sampel tanah yang bervariasi ukuran partikelnya.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: bacteriological; water pollution; EKO-BPPK
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QW Microbiology. Immunology > QW 1-300 Microbiology
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan > Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:29
Last Modified: 21 Nov 2017 07:42
URI: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/1044

Actions (login required)

View Item View Item